Sunday, June 6, 1999

Test Bhs Indo

UJIAN BAHASA INDONESIA

Aku tiba di sekolah tepat 30 menit sebelum bel masuk berbunyi. Biasanya, aku tiba tepat 5 menit sebelum bel. Hari ini adalah hari yang spesial bagiku karena aku dapat giliran piket. Aku memulai tugasku secepatnya. Lima anak yang mendapat giliran piket telah mendapat bagian tugas masing-masing. Teman-temanku mulai hadir satu demi satu. Setelah 15 menit, tugasku akhirnya selesai. Teman piketku lainnya yang akan meneruskan. 15 menit sisanya aku gunakan untuk mempelajari materi Bahasa Indonesia. Pasalnya, ada ujian pada 2 jam pelajaran terakhir.

Wednesday, May 5, 1999

2KILO2BELAS

2KILO2BELAS

Saat melihat BanjarmasinPost edisi Minggu, ada rubrik cerpen. Semangatku mulai menyala kembali. Hobiku adalah menulis cerita. Aku ingin mengirimkan ceritaku agar eksistensiku diakui. Karena rubriknya cerpen, aku perlu memutar otak lagi. Koleksi cerpenku dalam HDD sudah lenyap tanpa jejak. Yang ada hanya cerita bersambung yang cukup panjang.

Sunday, April 4, 1999

KISAH SI VITO

KISAH SI VITO

Perkenalkan, namaku adalah NO FEAR. Aku dilahirkan di sebuah pabrik underground (dengan arti sebenarnya). Pabrik itu milik sebuah perusahaan besar bernama ZETA UNLIMITED. Aku dilahirkan bersama ribuan saudaraku yang lain. Aku lahir pada tanggal dua Februari tahun 2002 (02-02-2002). Itu tanggal yang sangat unik. Anda tahu alasannya? Maaf, aku juga tidak tahu alasannya. Manusia lahir bagaikan kertas putih dan nantinya akan diwarnai oleh orang tua dan lingkungan. Bangsaku lahir dengan warnanya masing masing. Aku berwarna biru laut.

Wednesday, March 3, 1999

BIBIT MASALAH


BIBIT MASALAH



Dedicated to all friends 2K3

Created By Zet. @. (dibaca: ZET.A)

Tuesday, February 2, 1999

RAZIN MENABUNK


RAJIN MENABUNG


Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama, tempat tanggal lahir, dan kejadian, itu hanya yang amat sangat tidak disengaja.

Friday, January 1, 1999

PENEBUSAN DOSA


PENEBUSAN DOSA


Aku berjalan di sebuah lorong yang remang-remang. Dua orang sipir menemaniku menuju sebuah gerbang. Perlahan, gerbang yang pernah kulewati delapan tahun lalu itu terbuka. Mentari pagi tersenyum padaku. Sinarnya terasa lebih berharga dari hari-hari biasanya. Aku menghirup udara dalam-dalam. Meskipun udara yang kuhirup sama setiap hari,udara di luar bui terasa menghangatkan jiwaku yang beku.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...