Tuesday, October 8, 2019

SI BAMBAN




Pada tahun ini, 2019 Masehi. Ada proyek perbaikan salah satu jembatan di Kota Pelaihari, Tanah Laut. Perbaikan ini dimulai sejak Bulan Juli dan direncanakan berakhir pada Bulan Desember 2019.
Sebelum perbaikan, kontraktor telah membuat jembatan sementara yang desas desusnya senilai X00 sampai X00 juta. Jadi mungkin hanya cukup untuk membuat satu jembatan darurat.

Pemerintah sudah menyiapkan jalur lain, yaitu jalur di perkebunan sawit PTPN (berapa gitu) untuk jalur alternatif. Namun sayang sekali jalur darurat ini tidak terlalu bersahabat dengan kendaraan bersasis rendah. Bisa membahayakan perut mobil yang one pack, bukan six pack atau jenis roti sobek lainnya.

Akhirnya banyak yang lebih memilih ikut antrian buka tutup di jembatan darurat. Antrian ini menimbulkan fenomena baru. Banyak bermunculan pedagang kaki lima yang menjajakan makanan dan minuman ringan untuk mengurangi kebosanan saat mengantri. Yang menjadi masalah bukan penjualnya, melainkan pembelinya yang kebanyakan bisa dipastikan adalah pengendara roda 4 atau lebih. Mereka membuang sampah di sepanjang jalan sebelum jembatan bamban. Akhirnya mulai terlihat onggokan sampah yang merana karena ditelantarkan oleh pemiliknya. Dan itu bukan pertanda yang bagus. Kan aneh. Beli mobil mahal bisa, membeli tempat sampah di dalam mobil kok tidak bisa. Dari situasi ini bisa terlihat tren kenaikan jumlah sampah yang ada di sepanjang jalan tersebut. Mungkin hingga Bulan Desember nanti, sampah yang ada bisa untuk menguruk bekas galian tambang batu bara.

Meskipun sampah itu kecil, bungkus minuman tebu atau bungkus kacang, tapi kalau yang membuang orang se kabupaten, ya jadi banyak. Pepatah sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit memang benar. Bisa jadi bukit sampah, bahkan sebuah pulau sampah sudah mulai terbentuk di samudera nun jauh di sana. 

Antrian cujup panjang bisa terjadi pada akhir pekan. Akhirnya, banyak status media sosial yang mengusung antrian di jembatan ini. Jembatan darurat sepat mengalami kerusakan sehingga secara total tidak bisa dilewati. Bagi kendaraan yang hanya punya dua roda patut bersyukur karena tidak terlalu terkena imbas kemacetan ini. Mereka bisa menerobos dengan leluasa di samping kiri kendaraan yang antri. Ya memang selalu ada sisi negatif dan positifnya. Yang jadi masalah ketika yang punya mobil ini memiliki misi menyelamatkan dunia. Apakah mereka akan gagal menyelamatkan dunia hanya karena antrian di jembatan ini?

MECHADOT

Still onde plane
201910081642

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...