Monday, February 16, 2015

Penyebab Kemacetan

Kisah Kelam Dunia Transportasi


Jakarta macet? Sudah biasa. Itu sudah menjadi budaya alias tradisi yang melekat erat pada Ibu Kota Jakarta. Banjarbaru macet? Ada kemungkinannya. Apa penyebabnya? Yang jelas bukan sampah. Jika kambing hitam untuk banjir adalah sampah, maka kambing hitam untuk kemacetan ini adalah jumlah kendaraan yang tidak sepadan dengan jumlah jalan. Mengapa jumlah kendaraan di negara ini selalu meningkat padahal negara tetangga begitu membatasi jumlah kendaraan? Hal ini tidak terlepas dari kondisi geografis yang luas serta tidak adanya transportasi umum yang memadai.

Berangkat dari kegelisahan itu, bidang bisnis berupa dealer kendaraan mulai menjamur, baik untuk roda dua, roda tiga, roda empat maupun roda sepuluh. Kini kendaraan roda dua dijajakan ke kampung-kampung di pelosok desa seperti kacang goreng. Namun, apakah anda mengetahui kisah kelam dibalik menjamurnya dealer itu?

Kredit motor memang dipermudah namun jika terlambat sehari saja, motor kreditan itu akan segera dijemput pihak dealer. Parahnya, angsuran harus diserahkan pada hari itu juga jika motor ingin kembali. Jika tidak, maka konsumen itu harus mengucapkan ”say goodbye” dengan motor barunya. Sepertinya pihak dealer sudah mengalami pengalaman buruk saat terlambat melakukan penarikan. Jika motor/kendaraan tidak segera dijemput, yang akan mereka temukan hanyalah rongsokan yang tidak akan laku lagi saat berada di showroom.

Kredit mobil lebih menggemparkan kasusnya. Deadline tagihan tanggal 2 Maret. Konsumen baru bisa membayar tanggal 3 Maret secara online. Ternyata ada 3 orang tamu tak diundang yang menjadi ”bodyguard” di pintu pagar rumah. Mereka  menerima surat perintah penagihan tertanggal 3 Maret. Ternyata bukti pembayaran yang baru dilakukan tidak dihiraukan. Yang mereka pegang (yang menjadi acuan) adalah surat perintah penagihan. Akhirnya, konsumen membayar lagi sejumlah uang sesuai tagihan plus uang saku dan transport jasa penagihan. Luar biasa, bukan?

Pihak sales/surveyor dari dealer juga berada dalam posisi yang tidak mudah. Mereka selalu dikejar oleh target penjualan, setiap hari. Target 6 unit motor dalam sebulan atau 1 unit mobil dalam seminggu. Mereka juga menanggung resiko selama 6 bulan kedepan untuk kendaraan yang mereka ”acc” (setujui). Jika kreditnya bermasalah atau macet, maka sales yang akan membayar dengan uang gajinya. Tidak bisa dihindari kerana pemotongan langsung pada gaji, secara otomatis. Ya, begitulah dunia yang mengajarkan hedonisme pada umat manusia.

Bagi yang suka melakukan kreditisasi, ingatlah untuk membayar secara tertib. Sekali saja anda bermasalah, kredit macet, meskipun nominalnya hanya 100 ribu, anda bisa masuk ke dalam black list dan tidak akan bisa mengajukan kredit lagi, di manapun lokasinya, apapun agennya. Semua agen kredit ternyata saling terintegrasi sehingga bisa terjadi pengecekan orang yang bermasalah secara online.

Peringatan! Kondisi ini mungkin tidak terjadi di setiap daerah. Artinya, kejadian di setiap daerah belum tentu sama, tergantung kebijakan masing-masing agen kredit atau bahasa kerennya leasing. Meskipun begitu, tidak ada salahnya jika kita waspada terhadap leasing yang beroperasi di wilayah kita. Mudah-mudahan tulisan ini bisa memberikan informasi yang berharga dan bisa menjadi pelajaran serta bahan renungan mengapa kemacetan itu adalah kemungkinan yang pasti ada di setiap kota berkembang.


Zet.@ 15 Feb 2014, Disempurnakan pada 16 feb 2015.

Sumber Gambar

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...