Wednesday, June 5, 2013

The Lost Story



THE HISTORY OF MY JACKET

Pada zaman dahulu, tepatnya saat aku kuliah di ITS (Institut Tokusatsu Surabaya, bukan itu), cerita ini terjadi. Sudah menjadi kebiasaan, setiap angkatan memiliki jaket angkatannya masing-masing. Sebenarnya, yang harus dimiliki adalah jas kampus, namun sayangnya aku tidak memilikinya. Untuk kasus jaket angkatan, kerana ini adalah kebanggaan sebagai angkatan 20XX, maka @ku memutuskan untuk memilikinya.

Alkisah, pada awal mula, kami semua dari angkatan 20XX diminta untuk merancang atau menyumbangkan ide untuk jaket angkatan ini. @ku dengan semangat merancang dan menunjukkan hasil karyaku. Ternyata respon mereka sangat aneh. ”Wah, ini sih jaket power ranger”, gitu kata mereka. Padahal aku kan merancangnya mengambil inspirasi dari jaket pasukan di serial Ultraman.

Singkat cerita, akhirnya terpilihlah salah satu desain yang disetujui oleh suara terbanyak. Dengan suara terbanyak itulah, rancangan jaket itu diperbnayak, diproduksi secara massal sejumlah 83 unit. Mengapa demikian? Karena anggota angkatan @ku hanya 83 orang. Setelah percetaknnya rampung, tentu saja jaket angkatan itu dibagikan sesuai nama yang tertera di jaket dan sesuai ukuran masing-masing. @kupun dengan bangga memakainya melintasi berbagai fakultas. Jaket itu memiliki 2 sisi yang bisa digunakan, artinya, jika jaket itu dibalik, luar ke dalam, jaket itu tetap bisa dipakai. Jaket itu memiliki 2 warna, warna jurusan (hijau tosca) dan warna angkatan (abu-abu).

Jaket itu selalu @ku gunakan saat berada di kampus. Pasalnya, @ku tidak memiliki banyak jaket untuk pengganti. Hingga pada suatu hari, saat @ku beristirahat di masjid kampus, kejadian itu terjadi. Jaket angkatanku hilang saat aku pergi untuk mengambil air wudhu. Alhamdulillah, ternyata bisa hilang juga ya? Kalau tidak salah, sebuah unit flashdisk juga ikut raib. Ya sudahlah. Sepertinya bukan takdirku untuk memiliki jaket itu lebih lama. Ikhlaskan saja.

Tiga hari kemudian, kalau tidak salah, kejadian ini terjadi. Sayangnya, saat itu @ku sedang kejar si waktu buat pulang kampung sehingga @ku hanya mendengar ceritanya dari sobat-sobatku pada minggu berikutnya. Saat itu Hari Jum’at. Seusai sholat Jum’at, kejadian yang heboh itu terjadi. Beberapa sobatku melihat seseorang, sebut saja Maling, memakai jaket angkatan kami. Sobat-sobat ini tidak ada yang kenal dengan si maling. Sebentar, biasanya ada beberapa teman kami yang meminjamkan jaket angkatannya pada sobatnya yang laen, bisa juga calonnya. Nah, karena penasaran, sobatku mendekatinya, si maling itu tadi.

Para sobat mengamati dengan seksama si maling itu. Alhasil, yang dipakainya adalah jaket @ku, kerana ada namaku yang tersulam dengan jelas. @ku sudah menceritakan tentang hilangnya jaket angkatanku pada beberapa angkatanku. Jadi, saat ada orang yang memakai jaketku, sudah bisa ditebak apa profesinya. Sobat segera memanggil keamanan yang ada di sana. Lalu si maling tadi berhasil diringkus. Ternyata, setelah tasnya digeledah, ditemukan beberapa buah ponsel. Benda-benda itu diduga merupakan hasil kejahatan karena dia bukanlah mahasiswa. Bagaimana bisa orang itu memiliki beberapa hape sekaligus?

Singkat cerita, jaketku ikut menginap dikantor polisi karena jaketku akan dihadirkan sebagai saksi. Mengetahui hal ini, timbul harapan jika @ku bisa memiliki jaketku kembali. Namun ternyata, karena satu dan lain hal, aku gagal mengambil kembali jaketku padahal @ku sudah mampir ke kantor Pak polisi. Mengambil barang bukti ternyata amat sangat menyusahkan. Itulah sebabnya, banyak orang yang tidak mau berurusan dengan pihak yang berwajib karena barangnya yang menjadi barang bukti akan sulit di ambil kembali. Ya... begitulah ceritaku. Bagaimana dengan ceritamu?

(Zet.@, Selasa, 4 Juni 2013, 3 hours before midnight)


Image Jaket from this site


2 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...