Monday, June 23, 2014

Aksi Ngelem

Perlu Penanganan Yang Mendasar


Ada pepatah yang mengatakan, ”tak ada rotan, akarpun jadi”. Pepatah ini seyogyanya digunakan pada hal-hal yang positif. Namun pada akhir zaman ini, pepatah itu digunakan dengan baik oleh remaja dalam berbagai hal. Mereka menggunakan lem sebagai pengganti narkotika atau sejenisnya yang bisa membuat mereka fly—terbang untuk lari dari kenyataan. Efek lem ini cukup berbahaya jika digunakan secara terus-menerus dan berlebihan, tentu saja. Hal yang positif jika berlebihan juga berdampak buruk. Penyebab remaja ”mengkonsumsi” lem bermacam-macam. Ada yang sekedar ikut-ikutan, masalah keluarga (broken Home), masalah ekonomi, kejamnya situasi/kondisi dan masalah-masalah lain yang sedang mereka hadapi, misalnya tuntutan nilai ujian dari orang tua. Ada juga yang sekedar hobi.

Penanganan masalah ini harus terpadu. Keluarga menjadi benteng pertama. Sosialisasi dampak buruk aksi ini juga harus dipertegas. Semua elemen masyarakat harus bersatu untuk menyelamatkan generasi muda harapan bangsa. Kalau perlu, penjualan/peredaran lem dibatasi/diawasi. Sebenarnya, bukan hanya lem yang perlu diawasi melainkan berkembangnya zaman, arus globalisasi-informasi dan cerdasnya remaja dalam menggunakan pepatah ”tak ada rotan, akarpun jadi”.

 Tidak ada kendala bagi mereka untuk mencari informasi dari dunia maya. Pihak yang berwenang harus bisa waspada dan membaca arah tren substitusi narkoba ini. Jika pihak yang berwenang bisa selangkah, bahkan dua langkah di depan, maka komunitas yang melakukan aksi semacam ini bisa diminimalisir. Aksi mereka harus dialihkan pada hal yang positif, beribadah misalnya. Yang jelas, penanaman NIAT untuk tidak melakukan aksi semacam itu harus ditanamkan. Jika tidak ada NIAT, maka apapun caranya, mereka akan kembali tenggelam dalam khayalan tak berujung. Yang tidak boleh dilupakan, perlu adanya MOTIVASI untuk menjadi pribadi yang lebih baik, berkarakter dan tidak mudah terpengaruh (resisten) dengan lingkungan yang buruk..

Zet.@ 03 juni 2014

After break time

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...